• impor bahan baku
    Industri

    RI Impor Bahan Baku Baterai Listrik Meski Nikel Melimpah, Mengapa?

    Pemerintah berencana membuka keran impor untuk bahan baku industri baterai listrik meskipun Indonesia kaya akan mineral nikel, kobalt, alumunium, dan mangan yang dibutuhkan untuk memproduksi baterai kendaraan listrik.  Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi) menilai rencana ini dianggap wajar karena baterai mobil listrik yang akan diproduksi di Indonesia kemungkinan berjenis lithium ion. Ketua Umum Perhapi Rizal Kasli mengatakan baterai jenis ini umumnya menggunakan nikel, cobalt, dan aluminium atau mangan sebagai prekursor yang cadangannya memadai di Indonesia. “Namun jenis nikel dan cobalt jenis yang dipakai adalah yang diolah dengan teknologi hidrometalurgi (HPAL). Sementara, pabrik pengolahan nikel teknologi hidrometalurgi baru dua yang beroperasi di Indonesia,” ujar Rizal kepada Katadata.co.id, Jumat (16/9). Dua pabrik…

  • Pabrik Bahan Baku Kendaraan Listrik
    Hot News,  Industri

    Pabrik bahan baku kendaraan listrik pertama di Indonesia beroperasi

    Pabrik bahan baku baterai kendaraan listrik pertama di Indonesia yang memproduksi campuran padatan hidroksida dari nikel dan kobalt (Mixed Hydroxide Precipitate – MHP) resmi berproduksi di Kawasi, Obi, Halmahera Selatan, Maluku Utara pada Rabu (23/6).  Pemurnian nikel dengan proses hidrometalurgi HPAL ini memiliki kapasitas produksi MHP sebesar 365 ribu ton per tahun dan merupakan bahan baku dasar baterai kendaraan listrik yang ramah lingkungan. Adapun, Harita Group selaku pengelola Kawasan Industri Pulau Obi yang juga merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) serta melalui Halmahera Persada Lygend telah memasuki fase produksi MHP.  MHP merupakan produk antara dari proses pengolahan dan pemurnian nikel kadar rendah sebelum diproses lebih lanjut menjadi nikel sulfat dan kobalt…

  • MoU Obvit
    Industri

    Polda Malut dan Harita Nickel Tandatangani MoU Obvit

    Kepolisian Daerah (Polda) Maluku Utara (Malut) dan Harita Nickel melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding-MoU) bersama, dalam pengamanan terpadu dan pengelolaan sistem pengamanan objek vital nasional. Penandatanganan MoU Obvit dilakukan langsung oleh Kapolda Malut Irjen Pol Risyapudin Nursin dan Direktur Utama Trimegah Bangun Persada (TBP), Donald J Hermanus yang juga mewakili manajemen Harita Nickel di Jakarta pada 1 April 2021. Menurutnya, MoU terkait objek vital ini dilakukan sebagai tindak lanjut dari penetapan kawasan industri Obi sebagai Obyek Vital Nasional Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral. Untuk itu, dengan adanya penandatanganan ini, maka sinergitas keamanan antara Polri dan perusahaan akan mendukung investasi di Maluku Utara. “Maluku utara memiliki industri tambang…

  • Penyedia Bahan Baku Baterai
    Industri

    Peluang Penyedia Bahan Baku Baterai Mobil Listrik

    Prospek mobil listrik di Indonesia yang semakin menggeliat membuat industri bahan baku baterai mobil listrik juga tak kalah potensial. Pabrik penyedia bahan baku baterai untuk mobil listrik sebenarnya sudah ada di Indonesia, tetapi baru satu, Yaitu di Kawasi, Obi, Pulau Halmahera Selatan. Pabrik pembuatan bahan baku baterai mobil listrik ini merupakan besutan Harita Nickel. Peluang akan bahan baku dari mobil listrik ini begitu besar. Dengan melihat perkembangan teknologi mobil listrik yang makin canggih dan tren penggunaan mobil listrik di Indonesia, pembuatan baterai mobil listrik nantinya akan menjadi industri masa depan. Apa sajakah peluang di bidang penyediaan bahan baku mobil listrik? Berikut ulasannya. Penyedia Bahan Baku Baterai mobil listrik dikabarkan akan…

  • Industri Baterai Lithium
    Industri

    Luhut Berjanji Bakal Terus Dorong Industri Baterai Lithium

    Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan bahwa pemerintah terus mendorong industri baterai lithium sebagai bagian dari keseriusan terhadap program hilirisasi mineral. Hal ini disampaikan Menko Luhut dalam acara Battery Day Series yang diadakan secara virtual oleh CLSA Sekuritas. Saat ini kita akan memiliki smelter copper di Weda Bay, Halmahera, dan kita juga bisa memproduksi asam sulfat yang merupakan bagian penting dari lithium baterai. Jadi kita menargetkan pada 2023 kita bisa memproduksi baterai lithium 811, ujar Menko Luhut. Menurut Menko Luhut, pengembangan produk turunan nikel saat ini masih fokus pada stainless steel, namun secara bertahap pemerintah terus menyiapkan semua kebutuhan agar industri di Indonesia bisa menuju ke…

  • industri baja
    Industri

    Industri Baja Nasional: Investasi, Produksi dan Proteksi

    Industri baja nasional punya masa depan yang cerah. Setidaknya bayangan itu muncul setelah Menteri Koordinator Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan ekspor besi baja bisa mencapai US$12, 3 miliar atau US$12,5 miliar pada tahun ini.  Bahkan, dalam empat tahun mendatang, Luhut menyebut nilai ekspor besi dan baja bisa meningkat lebih dari tiga kali lipat pada 2024 dari realisasi 2019. Pasalnya proyek investasi carbon steel yang ada di Morowali sedang dibangun dan dapat berproduksi pada 2024, sehingga saat itu ditargetkan ekspor mencapai US$26 miliar atau US$23 miliar stainless carbon steel. Luhut mengatakan Indonesia tidak akan lagi berbicara ekspor komoditas mentah melainkan penjualan produk yang memiliki nilai tambah. Misalnya, dengan larangan…

  • pemurnian nikel
    Industri

    Diam-diam Jokowi Bakal Bikin 6 Pemurnian Nikel Senilai Puluhan Triliun

    Indonesia bakal memiliki enam fasilitas pengolahan dan pemurnian (smelter) nikel dengan menggunakan proses hydro metalurgi atau dikenal dengan smelter High Pressure Acid Leaching (HPAL). Staf Khusus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bidang Tata Kelola Mineral dan Batu Bara Irwandy Arif mengatakan smelter HPAL ini bisa menyerap bijih nikel kadar rendah yang cadangannya banyak di negara ini.  Dia pun sempat menuturkan bahwa cadangan bijih nikel kadar tinggi (saprolite nickel) hanya sekitar 930 juta ton, seperempat dari bijih nikel kadar rendah (limonite nickel) yang mencapai 3,6 miliar ton. Enam smelter HPAL tersebut antara lain dioperasikan oleh PT Halmahera Persada Legend, PT Adhikara Cipta Mulia, PT Smelter Nikel Indonesia, PT Vale…