Badan Meteorologi Kilimatologi dan Geofisika (BMKG) Ternate, Maluku Utara (Malut), mengimbau pengguna jasa laut dan nelayan di Malut mewaspadai tingginyagelombang laut di sejumlah perairan. Terutama di Halmahera bagian utara mencapai di atas 6 meter. “Kami berharap pengguna jasa laut untuk berhati-hati dengan kondisi perairan di Malut, karena di sekitar perairan Halmahera Selatan, Halmahera Barat bagian utara saat ini gelombang tinggi mencapai 4-6 meter,” kata Prakirawan Cuaca BMKG Ternate, Fahmi Bachdar di Ternate, Jumat, 19 Februari 2021. Selain gelombang tinggi di perairan Pulau Halmahera, kata Fahmi, gelombang tinggi juga terjadi di Perairan Loloba, Ternate-Batang Dua, Bacan, Obi, Morotai hingga Teluk Weda. Gelombang diperkirakan mencapai 2,5 meter hingga 4 meter. Bahkan, tingginya…
-
-
Riwayat 6 Gempa Besar Lempeng Laut Filipina di Sulut dan Malut
Lempeng Laut Filipina yang menyebabkan gempa bermagnitudo 7,0 pada Kamis (21/1) pukul 19.23 WIB merupakan zona subduksi aktif dengan magnitudo tertarget. “Zona subduksi ini memiliki laju penunjaman lempeng antara 10 hingga 46 milimeter tahun, dengan magnitudo tertarget 8,2,” kata Koordinator Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Daryono, di Jakarta, Kamis, dikutip Antara. Hasil monitoring BMKG menunjukkan selama beberapa tahun terakhir terjadi peningkatan sesimisitas di wilayah ini khususnya untuk aktivitas gempa menengah kedalaman sekitar 100 kilometer. Wilayah Lempeng Laut Maluku dan Tunjaman Lempeng Laut Filipina merupakan salah satu kawasan seismik paling aktif di dunia. Lokasi Kepulauan Talaud dan Miangas bersebelahan dengan zona tunjaman Lempeng Laut…
-
Rencana Kapasitas Output Nikel Kobalt Indonesia
Kapasitas Output Nikel Indonesia Akan Dijelaskan Semua Di Sini! Perbincangan nikel dan kobalt Indonesia untuk jadi bahan baku baterai mobil listrik mengemuka. Sampai-sampai, pabrikan AS sekelas Tesla melirik pasar nikel Indonesia. Namun, berapa kira-kira rencana kapasitas output produksi nikel Indonesia yang bisa diolah menjadi setara kobalt ya? Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), pada Booklet Logam Tanah Jarang, menunjukkan Indonesia memiliki cadangan terbukti bijih nikel limonit sebanyak 359 juta ton. Publikasi yang diterbitkan pada September 2020 tersebut juga mengungkapkan bahwa produk logam tanah jarang dan scandium didapatkan dari produk samping olahan HPAL (high pressure acid leaching) nikel-kobalt. Masih berdasarkan publikasi itu, juga menunjukkan bahwa Indonesia saat ini…
-
Polda: 7.160 Dosis Vaksin Sinovac sudah ada di Maluku Utara
Kepolisian Daerah (Polda) Maluku Utara (Malut) mengawal pendistribusian vaksin COVID-19 Biofarma yang telah tiba di Bandara Sultan Babullah Ternate menggunakan Pesawat Batik Air dengan Nomor Penerbangan ID-6140, Senin. “Personel telah mengawal pendistribusian vaksin sinovac COVID-19 sebanyak 7.160 dosis dalam 5 koli dari Jakarta yang kemudian dilakukan pengamanan dan pengawalan,” kata Kabidhumas Polda Malut Kombes Pol. Adip Rojikan, S.Ik, MH di Ternate, Senin. Dirinya menyampaikan bahwa setelah vaksin ini tiba di Bandara Sultan Babullah Ternate, Personel Gegana Brimob Polda Malut langsung melakukan penyemprotan cairan disinfektan terhadap mobil yang mengangkut dan 5 koli vaksin yang akan di bawa ke RSU Chasan Boesoerie. Menurut dia, setelah dilakukan penyemprotan disinfektan personel Polda Malut melakukan…
-
Proyek USAID SEA Selesaikan Target Pengelolaan Perikanan Berkelanjutan dan KKP di Maluku Utara
USAID menggelar rangkaian kegiatan penutupan kegiatan proyek Sustainable Ecosystems Advanced (USAID SEA) di Provinsi Maluku Utara, Jumat (11/12/2020). Acara ini sekaligus merayakan hasil capaian proyek yang dikerjakan melalui kemitraan erat dengan pemerintah daerah, para mitra pelaksana, pemangku kebijakan, dan masyarakat lokal. Melalui proyek ini, USAID mendukung program prioritas pemerintah pusat dan daerah khususnya dalam pengelolaan perikanan berkelanjutan untuk meningkatkan produksi ikan dan ketahanan pangan serta pembentukan kawasan konservasi perairan di Maluku Utara. Proyek ini juga untuk melindungi dan melestarikan keanekaragaman hayati yang sangat penting untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir. “USAID SEA bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Maluku Utara mendukung pembentukan 6 kawasan konservasi perairan (KKP) dengan total luasan 667,683 Ha. Tiga…
-
Gempa M4,3 Guncang Labuha Halmahera Selatan, Tidak Berpotensi Tsunami
Gempa bumi dengan magnitudo 4,3 mengguncang Labuha, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara (Malut), Rabu (25/11/2020) pukul 11.20 WIB. Gempa diinformasikan tidak berpotensi tsunami. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui akun resmi Twitter @infoBMKG menjelaskan gempa terletak di koordinat 0.87 Lintang Selatan dan 127.53 Bujur Timur. Pusat gempa berada di laut, 26 kilometer selatan Labuha dengan kedalaman 10 kilometer. Gempa dirasakan MMI II-III Bacan Timur Tengah. Artinya getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang. Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu. Hingga saat ini belum ada laporan adanya korban jiwa, luka-luka dan kerusakan banguan akibat gempa ini. Sumber: Maluku iNews
-
Gempa M 5,1 Guncang Halmahera Malut, Tak Berpotensi Tsunami
Gempa magnitudo (M) 5,1 terjadi di barat laut Halmahera Barat, Maluku Utara. Gempa tidak berpotensi tsunami. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui laman resminya menginformasikan gempa terjadi Selasa (20/10/2020) sekitar pukul 10.12 WIB. Gempa ada pada kedalaman 71 km. “Tidak berpotensi tsunami,” tulis BMKG. Titik koordinat gempa ada pada 1,77 lintang utara dan 127,30 bujur timur. Tepatnya di 56 km barat lalu Halmahera Barat. Belum ada informasi kerusakan serta ada tidaknya korban jiwa akibat gempa ini. BMKG mengimbau agar masyarakat waspada dengan potensi gempa susulan. “Hati-hati terhadap gempa bumi susulan yang mungkin terjadi,” jelasnya. Sumber: Detik.com
-
Pulau Obi di Halmahera Selatan Akan Miliki Bandara Penerbangan
Pulau Obi di Halmahera Selatan, Maluku Utara, pada tahun depan akan memiliki bandara penerbangan. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Halmahera Selatan (Halsel) Ahmad Rajak kepada cermat, Rabu (7/10) di ruang kerjanya. Ahmad bilang, tahun 2021 akan ada pembangunan bandara udara di Kecamatan Obi. “Pembangunan bandara udara ini atas kerja sama kami selaku pemerintah kabupaten Halsel dengan pemerintah provinsi (Maluku Utara), dan PT. Harita Group,” kata Ahmad. Pembangunan Bandara, Hasil Kerjasama Pemda Halsel, Provinsi Malut dan PT. Harita Group Ahmad menjelaskan, bentuk kerja sama untuk pembangunan bandara udara di Kecamatan Obi, telah disepakati dalam rapat bersama dengan Dishub Kabupaten Halsel, Bappelitbangda Halsel, Dishub Provinsi Maluku Utara (Malut), Bappelitbangda Provinsi dan PT. Harita Group,…
-
Modal Indonesia untuk Menjadi Pemain Utama Kendaraan Listrik
Indonesia segera memasuki era kendaraan listrik. Hal ini diperkuat dengan ditandatanganinya Peraturan Presiden (Perpres) tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Agustus 2019. Sejalan dengan Perpres tersebut Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mulai mendorong industri otomotif untuk mengembangkan mobil listrik. Selain itu turut mendorong tumbuhnya investasi di sektor industri pengembangan baterai untuk kendaraan listrik. “Teknologi baterai untuk kendaraan listrik merupakan kunci utama bagi Indonesia agar menjadi pemain utama di sektor kendaraan listrik yang ramah lingkungan,” kata Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan (IMATAP) Kemenperin, Putu Juli Ardika dalam keterangan resminya. Menurut Putu untuk memproduksi baterai kendaraan listrik dibutuhkan bahan baku seperti nikel dan…
-
Imbas Covid-19, Ekspor Barang Tambang dari Maluku Utara ke Tiongkok Menurun
Ekspor barang hasil tambang dari Provinsi Maluku Utara ke negara tujuan pada Februari 2020 merosot tajam dengan penurunan sebesar 65,39 persen dibanding awal bulan Januari lalu. Ekspor bahan tambang berupa bijih besi, kerak, abu logam, dan baja yang dikirim ke Tiongkok itu pada Februari 2020 senilai US$ 19,71 juta jauh dibanding nilai pada Januari 2020 yang sebesar US$ 56,95 juta. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Maluku Utara, Atas Parlindungan Lubis mengemukakan, menurunnya nilai ekspor golongan barang HS 26 dan HS 72 itu terjadi karena pengaruh pandemi corona Covid-19 di negara tujuan, selain Tiongkok, juga Korea Selatan. “Menurunnya nilai ekspor ini juga karena pemberlakukan ekspor barang tambang setengah matang. Sehingga harus…