HARITA Nickel meraih penghargaan kategori Contact Liaison Terbaik pada Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (BI) Provinsi Maluku Utara (Malut) 2021. Penghargaan tersebut diberikan atas komitmen HARITA Group dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Malut melalui industri hilirisasi. Piagam penghargaan diterima langsung oleh Direktur Utama Trimegah Bangun Persada (TBP) Donald J. Hermanus, yang mewakili manajemen HARITA Nickel. Acara yang bertajuk “Bangkit dan Optimis: Sinergi dan Inovasi untuk Pemulihan Ekonomi” itu dibuka langsung oleh Presiden Joko Widodo melalui sambungan video. Dalam arahannya, presiden menekankan langkah-langkah dalam mewujudkan nilai tambah ekonomi, salah satunya adalah hilirisasi. “Kita harus ekspor bahan mentah itu dalam bentuk setengah jadi, ataupun barang jadi. Kita ingin adanya nilai tambah,” ujar Presiden RI,…
-
-
Industri Logam Juara Investasi Manufaktur, Siapa Saja yang Ekspansi?
Industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya kembali menjadi kontributor terbesar realisasi investasi di sektor manufaktur sepanjang Januari–September 2021. Nilainya mencapai Rp82,7 triliun, tumbuh 12,5 persen secara year-on-year (YoY). Adapun untuk penanaman modal asing (PMA), sektor tersebut mencatat US$5 miliar atau naik 21,8 persen secara YoY. Direktur Industri Logam, Kementerian Perindustrian Budi Susanto investasi asing ke industri logam utamanya mengalir ke pemanfaatan teknologi produksi, seperti smelter nikel dengan proses hidrometalurgi atau dikenal dengan High Pressure Acid Leaching (HPAL). “Terdapat lima industri smelter yang masih dalam tahap konstruksi, dengan teknologi HPAL antara lain, PT Halmahera Persada Legend, PT Weda Bay Nickel, PT Smelter Nikel Indonesia, PT Huayue Nickel Cobalt,…
-
RI Impor Bahan Baku Baterai Listrik Meski Nikel Melimpah, Mengapa?
Pemerintah berencana membuka keran impor untuk bahan baku industri baterai listrik meskipun Indonesia kaya akan mineral nikel, kobalt, alumunium, dan mangan yang dibutuhkan untuk memproduksi baterai kendaraan listrik. Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi) menilai rencana ini dianggap wajar karena baterai mobil listrik yang akan diproduksi di Indonesia kemungkinan berjenis lithium ion. Ketua Umum Perhapi Rizal Kasli mengatakan baterai jenis ini umumnya menggunakan nikel, cobalt, dan aluminium atau mangan sebagai prekursor yang cadangannya memadai di Indonesia. “Namun jenis nikel dan cobalt jenis yang dipakai adalah yang diolah dengan teknologi hidrometalurgi (HPAL). Sementara, pabrik pengolahan nikel teknologi hidrometalurgi baru dua yang beroperasi di Indonesia,” ujar Rizal kepada Katadata.co.id, Jumat (16/9). Dua pabrik…
-
Rencana Kapasitas Output Nikel Kobalt Indonesia
Kapasitas Output Nikel Indonesia Akan Dijelaskan Semua Di Sini! Perbincangan nikel dan kobalt Indonesia untuk jadi bahan baku baterai mobil listrik mengemuka. Sampai-sampai, pabrikan AS sekelas Tesla melirik pasar nikel Indonesia. Namun, berapa kira-kira rencana kapasitas output produksi nikel Indonesia yang bisa diolah menjadi setara kobalt ya? Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), pada Booklet Logam Tanah Jarang, menunjukkan Indonesia memiliki cadangan terbukti bijih nikel limonit sebanyak 359 juta ton. Publikasi yang diterbitkan pada September 2020 tersebut juga mengungkapkan bahwa produk logam tanah jarang dan scandium didapatkan dari produk samping olahan HPAL (high pressure acid leaching) nikel-kobalt. Masih berdasarkan publikasi itu, juga menunjukkan bahwa Indonesia saat ini…
-
LIPI Jadi Koordinator Riset Baterai dan Kendaraan Listrik Nasional
Pemerintah menunjuk Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia alias LIPI sebagai koordinator riset pengembangan baterai dan kendaraan listrik nasional. Targetnya, pada 2024 Indonesia sudah menguasai teknologi untuk bus listrik ukuran sedang. Kepala LIPI Laksana Tri Handoko mengatakan, sasaran lainnya adalah memproduksi kendaraan listrik tanpa sopir atau otonom. “Untuk penumpang satu dan dua orang, tidak perlu ada pengemudi, tapi memakai kontrol dan sistem cerdas,” katanya dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi VII DPR.. Mobil otonom ini rencananya akan beroperasi khusus di kawasan tertutup. Dalam menggenjot electric vehicle (EV), perlu peninjauan awal mengenai ukuran kendaraan. Setelah itu, baru proses pengembangan baterai, stasiun pengisian, dan sistem kontrol. Jokowi Akan Terbitkan Aturan Perdagangan Karbon Awal Desember…
-
RI Kejar Produksi Baterai Lithium di 2023
Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan optimistis Indonesia bisa produksi baterai lithium tipe 811 pada 2023. Pasalnya, saat ini pemerintah fokus mendorong industri baterai lithium RI. Luhut mengatakan ada smelter copper di Weda Bay, Halmahera yang akan memproduksi asam sulfat untuk lithium baterai. “Saat ini kita akan memiliki smelter copper di Weda Bay, Halmahera, dan kita juga bisa memproduksi asam sulfat yang merupakan bagian penting dari lithium baterai. Jadi kita menargetkan pada tahu kita bisa memproduksi baterai lithium 811,” ujar Luhut dalam keterangannya, Jumat (27/11/2020). Menurut Luhut, pengembangan produk turunan nikel saat ini masih fokus pada stainless steel, na secara bertahap pemerintah terus menyiapkan semua kebutuhan agar industri…
-
Menko Marves Ungkap Dua Cara Manfaatkan SDA Nikel Indonesia
Menteri Koordinator Maritim dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Panjaitan menyampaikan dua cara untuk mengembangkan nikel di Indonesia sebagai komponen baterai, yaitu melalui Limonite dan Saporite yang sedang dikerjakan oleh tim dan investor dari China. Hal ini disampaikan Luhut saat menjadi pemateri dalam program webinar dengan tema “Potensi Sumber Daya Alam (SDA) Nikel Indonesia Sebagai Bagian Dari Global Supply Chain Energi Baterai Lithium Masa Depan”, yang diselenggarakan Organisasi Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI Tiongkok). Luhut menyampaikan Indonesia memiliki Pipeline proyek High Pressure Acid Leaching (HPAL) juga sudah berkembang, dan diproses oleh PT Vale Indonesia, PT Huayue, PT QMB, dan PT Halmahera Persada Lygend. Untuk ketersediaan SDM juga sudah memadai dan cukup…
-
Pertumbuhan Ekonomi Maluku Utara Diperkirakan Meningkat 8,5-8,9 Persen di Tahun 2021
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Maluku Utara (Malut), Gatot Miftakhul Manan optimis tahun 2021 perekonomian di daerah itu akan pulih secara cepat dengan pertumbuhan ekonomi lebih tinggi. Hal itu sejalan dengan prospek ekonomi Indonesia 2021, pertumbuhan ekonomi Maluku Utara tahun 2021 diproyeksikan mengalami perbaikan. Pertumbuhan ekonomi Maluku Utara pada 2021 diperkirakan meningkat dalam kisaran 8,5-8,9%. Inflasi 2021 tetap terkendali sesuai sasaran 3 ± 1 %. Demikian disampaikan dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2020, Kamis (3/12/2020), melalui platform video conference. Untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi yang melambat akibat pandemi Covid-19, Bank Indonesia memperkirakan 5 (lima) area yang akan mendorong pemulihan ekonomi Maluku Utara. Pertama, kembali meningkatnya daya beli masyarakat…
-
Makin Serius Garap Industri Baterai Lithium, Menko Luhut Kasih Buktinya
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, bahwa pemerintah terus mendorong industri baterai lithium sebagai bagian dari keseriusan terhadap program hilirisasi mineral. Hal ini disampaikan Menko Luhut dalam acara Battery Day Series yang diadakan secara virtual oleh CLSA Sekuritas. “Saat ini kita akan memiliki smelter copper di Weda Bay, Halmahera, dan kita juga bisa memproduksi asam sulfat yang merupakan bagian penting dari lithium baterai. Jadi kita menargetkan pada 2023 kita bisa memproduksi baterai lithium 811,” ujar Menko Luhut. Menurut Menko Luhut, pengembangan produk turunan nikel saat ini masih fokus pada stainless steel, namun secara bertahap pemerintah terus menyiapkan semua kebutuhan agar industri di Indonesia bisa menuju…
-
Industri Baja Nasional: Investasi, Produksi dan Proteksi
Industri baja nasional punya masa depan yang cerah. Setidaknya bayangan itu muncul setelah Menteri Koordinator Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan ekspor besi baja bisa mencapai US$12, 3 miliar atau US$12,5 miliar pada tahun ini. Bahkan, dalam empat tahun mendatang, Luhut menyebut nilai ekspor besi dan baja bisa meningkat lebih dari tiga kali lipat pada 2024 dari realisasi 2019. Pasalnya proyek investasi carbon steel yang ada di Morowali sedang dibangun dan dapat berproduksi pada 2024, sehingga saat itu ditargetkan ekspor mencapai US$26 miliar atau US$23 miliar stainless carbon steel. Luhut mengatakan Indonesia tidak akan lagi berbicara ekspor komoditas mentah melainkan penjualan produk yang memiliki nilai tambah. Misalnya, dengan larangan…