Halmahera Selatan – Festival Harmoni Obi 2026 yang digelar Harita Nickel berlangsung selama dua hari, 24-25 Oktober 2026, di Desa Kawasi, Pulau Obi, Halmahera Selatan. Festival ini merayakan unsur lingkungan, sosial budaya, dan ekonomi lokal yang saling terhubung. Rangkaiannya meliputi Obi Fishing Tournament (OFT) sebagai kegiatan utama, pertunjukan budaya, bazar UMKM, masak dan makan bersama, serta Malam Budaya Obi.
Obi Fishing Tournament, yang diikuti oleh warga Desa Kawasi dan Desa Soligi serta karyawan Harita Nickel, menjadi salah satu rangkaian kegiatan yang disambut antusias oleh warga. Antusiasme itu terlihat pada Minggu (25/10) pagi, saat warga berbondong-bondong memadati pesisir dekat Pelabuhan Panji Baru, Desa Kawasi, menanti perahu-perahu yang kembali dari laut. Istri, anak, keluarga, hingga kerabat turut hadir menyambut peserta sekaligus melihat hasil tangkapan mereka.
Dari atas perahu yang baru saja merapat ke pesisir, Arjun Sarmin, warga Desa Kawasi, bersama seorang rekannya turun membawa ikan hasil tangkapan untuk ditimbang. Setelah semalaman melaut, mereka membawa pulang lima ekor ikan, terdiri atas dua ekor kakap, dua ekor sikuda (lencam), dan satu ekor kerapu.
Hasil tangkapan tersebut mengantarkan Arjun dan rekannya meraih juara pertama dengan 17 poin, unggul dua poin dari peringkat kedua dan empat poin dari peringkat ketiga. Penilaian dilakukan oleh dewan juri dari Asosiasi Permancingan Indonesia (APRI) berdasarkan jenis dan berat ikan sesuai ketentuan lomba.
“Pokoknya laut Obi mantap,” ujar Arjun dengan penuh kegembiraan setelah nomor lomba timnya diumumkan sebagai juara.
Bagi Arjun, OFT 2026 menjadi pengalaman pertamanya mengikuti kompetisi memancing. Kemenangan tersebut membuahkan hadiah uang tunai sebesar Rp8 juta.
“Saya senang sekali bisa juara. Hadiah ini akan saya gunakan untuk membeli peralatan pancing yang baru,” ungkapnya.
Cerita berbeda datang dari Harmin, peserta asal Desa Soligi, Kecamatan Obi Selatan. Ia meraih penghargaan kategori unik dalam turnamen tersebut. Saat memancing, Harmin mendapatkan ikan pari yang kemudian dilepaskan kembali sesuai aturan panitia.
Peserta diwajibkan melepaskan kembali jenis ikan tertentu, antara lain pari, hiu, ikan kakatua, dan napoleon, sesuai ketentuan panitia. Aturan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong praktik memancing yang bertanggung jawab.
Bagi Harmin, laut bukanlah tempat yang asing. Ia telah melaut sejak lulus sekolah dasar, mengikuti kebiasaan masyarakat pesisir Soligi yang mengenal aktivitas menangkap ikan sejak usia muda.
“Kebiasaan kita di Soligi itu pertama melaut ikut orang tua, setelah itu ikut tetangga, lalu kita punya perahu sendiri dan pergi melaut sendiri,” tuturnya.
Awalnya, Harmin melaut untuk memenuhi kebutuhan konsumsi keluarganya. Seiring waktu, hasil tangkapan tak hanya menjadi lauk di rumah, tetapi juga memiliki nilai ekonomi karena dapat dijual kepada masyarakat.
Keikutsertaannya dalam OFT kali ini juga memberikan pengalaman baru. Selain menguji keterampilan memancing, kegiatan tersebut juga mempertemukannya dengan peserta dari latar belakang berbeda, termasuk warga Kawasi dan karyawan perusahaan. Menurut Harmin, kesempatan untuk saling mengenal menjadi salah satu hal berharga yang didapatkan dari turnamen tersebut. Ia pun berencana kembali berpartisipasi pada penyelenggaraan tahun depan.
OFT 2026 berlangsung sejak Sabtu (24/10) sore hingga Minggu (25/10) pagi. Para peserta mulai melaut sekitar pukul 17.00 WIT dan kembali ke daratan pada keesokan harinya. Area perlombaan dibatasi hingga lima kilometer ke arah laut dari pesisir Desa Kawasi.
Berbagai jenis ikan berhasil dibawa pulang peserta, di antaranya kerapu, kakap, dan bubara, yang umum dikonsumsi masyarakat setempat.
Lebih dari 270 peserta dari Desa Kawasi, Desa Soligi, dan karyawan Harita Nickel ambil bagian dalam turnamen ini.
“Saya bilang ke rekan saya, tahun depan kita harus ikut lagi. Ini pengalaman yang cukup baik bagi kita karena kita bisa saling mengenal satu sama lain. Ada orang Kawasi yang tidak kenal orang Soligi. Di kegiatan seperti ini, kita bisa saling mengenal,” tutupnya.


