• Bulan K3 Nasional
    Pertambangan

    Harita Nickel Peringati Bulan K3 Nasional di Masa Pandemi

    Perusahaan pertambangan dan hilirisasi Harita Nickel yang beroperasi di Pulau Obi, Halmahera Selatan tetap menggelar kegiatan peringatan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di saat pandemi Covid 19. Peringatan ini berlangsung sejak 12 Januari-12 Februari 2021 yang digagas oleh Kementerian Ketenagakerjaan RI guna membudayakan K3 pada setiap sektor usaha. Rabu (13/01/2021) Rangkaian Bulan K3 Nasional diawali dengan upacara pembukaan di perusahaan-perusahaan yang berada di bawah naungan Harita Nickel. Salah satu perusahaan hilirisasi nikel yakni Halmahera Persada Lygend (HPAL) dalam pembukaan Bulan K3 menggelar upacara pembukaan. Dalam laporan yang dibacakan oleh Tomy Bongga selaku Safety Engineer Supervisor, dijelaskan bahwa selama 2020, HPAL tidak mengalami Lost Time Injury (LTI). Dengan kata lain,…

  • Kapasitas Output Nikel Indonesia
    Pertambangan

    Rencana Kapasitas Output Nikel Kobalt Indonesia

    Kapasitas Output Nikel Indonesia Akan Dijelaskan Semua Di Sini! Perbincangan nikel dan kobalt Indonesia untuk jadi bahan baku baterai mobil listrik mengemuka. Sampai-sampai, pabrikan AS sekelas Tesla melirik pasar nikel Indonesia. Namun, berapa kira-kira rencana kapasitas output produksi nikel Indonesia yang bisa diolah menjadi setara kobalt ya? Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), pada Booklet Logam Tanah Jarang, menunjukkan Indonesia memiliki cadangan terbukti bijih nikel limonit sebanyak 359 juta ton. Publikasi yang diterbitkan pada September 2020 tersebut juga mengungkapkan bahwa produk logam tanah jarang dan scandium didapatkan dari produk samping olahan HPAL (high pressure acid leaching) nikel-kobalt. Masih berdasarkan publikasi itu, juga menunjukkan bahwa Indonesia saat ini…

  • Baterai Lithium RI
    Pertambangan

    RI Kejar Produksi Baterai Lithium di 2023

    Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan optimistis Indonesia bisa produksi baterai lithium tipe 811 pada 2023. Pasalnya, saat ini pemerintah fokus mendorong industri baterai lithium RI. Luhut mengatakan ada smelter copper di Weda Bay, Halmahera yang akan memproduksi asam sulfat untuk lithium baterai. “Saat ini kita akan memiliki smelter copper di Weda Bay, Halmahera, dan kita juga bisa memproduksi asam sulfat yang merupakan bagian penting dari lithium baterai. Jadi kita menargetkan pada tahu kita bisa memproduksi baterai lithium 811,” ujar Luhut dalam keterangannya, Jumat (27/11/2020). Menurut Luhut, pengembangan produk turunan nikel saat ini masih fokus pada stainless steel, na secara bertahap pemerintah terus menyiapkan semua kebutuhan agar industri…

  • dan PT Halmahera Persada Lygend. Untuk ketersediaan SDM juga sudah memadai dan cukup untuk terlibat dalam mega proyek besar SDA nikel Indonesia.
    Pertambangan

    Menko Marves Ungkap Dua Cara Manfaatkan SDA Nikel Indonesia

    Menteri Koordinator Maritim dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Panjaitan menyampaikan dua cara untuk mengembangkan nikel di Indonesia sebagai komponen baterai, yaitu melalui Limonite dan Saporite yang sedang dikerjakan oleh tim dan investor dari China. Hal ini disampaikan Luhut saat menjadi pemateri dalam program webinar dengan tema “Potensi Sumber Daya Alam (SDA) Nikel Indonesia Sebagai Bagian Dari Global Supply Chain Energi Baterai Lithium Masa Depan”, yang diselenggarakan Organisasi Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI Tiongkok).  Luhut menyampaikan Indonesia memiliki Pipeline proyek High Pressure Acid Leaching (HPAL) juga sudah berkembang, dan diproses oleh PT Vale Indonesia, PT Huayue, PT QMB, dan PT Halmahera Persada Lygend. Untuk ketersediaan SDM juga sudah memadai dan cukup…

  • smelter HPAL
    Pertambangan

    Rencana Smelter HPAL di Indonesia

    Rencana pembangunan smelter HPAL Indonesia telah di depan mata. Dikonfirmasi, sudah ada enam perusahaan yang berencana membangun smelter HPAL Indonesia. Dari keenam smelter HPAL Indonesia tersebut, kelima diantaranya beroperasi pada tahun 2021 mendatang. Keenam perusahaan yang membangun HPAL tersebut adalah PT QMB, PT Huayue, PT Halmahera Persada Lygend, PT Adhikara Cipta Mulia, PT Smelter Nikel Indonesia, dan PT Vale Indonesia. Mengapa sampai pada akhirnya Indonesia memberanikan diri untuk membangun smelter HPAL Indonesia? Hal ini dinyatakan oleh praktisi tambang dan smelter nikel, Arif S. Tiammar, bahwa peta persaingan produsen nikel dan smelter akan semakin dinamis sekaligus kondusif selama beberapa tahun ke depan. Perusahaan smelter akan semakin beragam, terutama didorong oleh pengembangan…

  • nikel indonesia
    Pertambangan

    Cina borong nikel Indonesia, genjot pabrik baterai listrik

    Peningkatan ekspor produk turunan nikel Indonesia yaitu feronikel ke Cina disebut oleh pengamat terjadi karena negara ini ingin mengamankan pasokan komoditas tersebut. Langkah ini dilakukan Cina karena nikel merupakan bahan baku masa depan untuk pengembangan baterai mobil listrik.  Sebagai catatan, feronikel merupakan bahan baku untuk kebutuhan industri, diantaranya: baja tahan karat (stainless steel), baterai, dan elektronik.  Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), per Oktober 2020 nilai ekspor ferro alloy nickel mencapai AS$474 juta. Jumlah ini naik 59,62 persen dibanding periode yang sama tahun lalu (year-on-year/yoy). Data yang sama menunjukkan, secara kumulatif Januari sampai Oktober 2020, nilai ekspor feronikel ini sebesar AS$3,5 miliar. Angka ini naik 112,62 persen yoy.  Direktur Eksekutif Institute for…

  • Baterai mobil listrik
    Pertambangan

    Dunia Mulai ‘Bertempur’ Perebutkan Pasokan Baterai Mobil Listrik

    Energi Baterai kendaraan listrik kini jadi magnet baru di dunia. Namun gencarnya produksi mobil listrik dan meningkatnya permintaan terhadap jenis kendaraan ini, rupanya tidak diimbangi dengan ketersediaan baterai sebagai sumber dayanya. Meski perusahaan-perusahaan yang memproduksi baterai Electric Vehicle (EV) di China, Jepang, dan Korea Selatan (Korsel) terus membangun pabrik baru, tetapi kecepatannya dikhawatirkan tidak bisa mengimbangi produksi mobil. Padahal, banyak pembuat mobil listrik menjanjikan berbagai model EV baru, terutama untuk pasar AS, pada 2025. BNEF memproyeksi, pada 2022 lebih dari 500 model mobil listrik akan tersedia secara global. “Ketersediaan baterai yang ada tidak mencukupi untuk memenuhi janji-janji pabrikan mobil listrik dalam jangka pendek. Banyak pabrik baterai yang sedang dibangun, tetapi masalahnya adalah suplai dalam jangka pendek.…

  • PT Harita Group
    Pertambangan

    Kapolda Malut Tinjau Pengamanan PT Harita Group

    Kapolda Maluku Utara (Malut) Irjen Pol Rikwanto didampingi sejumlahPejabat Utama (PJU) Polda Malut, melakukan kunjung kerja di lokasi perusahaan  pertambangan milik PT Harita Group yang berlokasi di Obi Kabupaten Halmahera Selatan(Halsel). “Kapolda Malut bersama beberapa PJU berkunjung dalam rangka mengontrol aparat yang melakukan pengamanan,” ujar Kabid HumasPolda Malut, AKBP Adip Rojikan ketika dikonfirmasi via telepon, Selasa (22/9/2020).  Adip mengaku kunjungan jenderal bintang dua itu, tak lain hanya untuk meninjau pengamanan perusahan tersebut. Dalam kesempatan itu, Kapolda juga memberikan pengarahan terhadap para anggota yang mengamankan perusahan nikel ini.  “Pak kapolda ke lokasi tambang hanya mengontrol aparat pengamanan Polda Malut yang bertugas di tambang saja. Insya Allah besok pagi kita akan balik ke…

  • Hot News,  Nasional,  Pertambangan

    Modal Indonesia untuk Menjadi Pemain Utama Kendaraan Listrik

    Indonesia segera memasuki era kendaraan listrik. Hal ini diperkuat dengan ditandatanganinya Peraturan Presiden (Perpres) tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Agustus 2019. Sejalan dengan Perpres tersebut Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mulai mendorong industri otomotif untuk mengembangkan mobil listrik. Selain itu turut mendorong tumbuhnya investasi di sektor industri pengembangan baterai untuk kendaraan listrik. “Teknologi baterai untuk kendaraan listrik merupakan kunci utama bagi Indonesia agar menjadi pemain utama di sektor kendaraan listrik yang ramah lingkungan,” kata Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan (IMATAP) Kemenperin, Putu Juli Ardika dalam keterangan resminya. Menurut Putu untuk memproduksi baterai kendaraan listrik dibutuhkan bahan baku seperti nikel dan…

  • Hot News,  Pertambangan

    Indonesia Targetkan 59 Juta Ton Bijih Nikel Diolah di Smelter Domestik

    Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus memacu pembangunan fasilitas pemurnian dan pengolahan smelter di dalam negeri. Pasalnya, jika seluruh smelter selesai dibangun dan beroperasi pada 2022, maka hampir seluruh bijih nikel yang diproduksi bisa diolah di dalam negeri. Menurut Direktur Pembinaan dan Pengusahaan Mineral Ditjen Minerba Kementerian ESDM Yunus Saefulhak, saat ini produksi bijih nikel di Indonesia mencapai sekitar 60 juta ton per tahun. Namun dari jumlah itu, baru setengahnya yang bisa diserap dan diolah oleh smelter di dalam negeri. “Saat ini, Smelter yang ada baru bisa menyerap sekitar 30 juta ton kapasitas inputnya sementara produksi kita sekitar 60 juta ton. Tentu antara Supply demand…