• pangdam pattimura
    Pertambangan

    Pangdam XVI/Pattimura Tinjau Objek Vital Nasional di Pulau Obi

    Panglima Kodam (Pangdam) XVI/Pattimura Mayjen TNI Jeffry A Rahawarin meninjau Objek Vital Nasional (obvitnas) di Pulau Obi, Halmahera Selatan, Maluku Utara, Kamis (10/6/2021). Pangdam beserta rombongan memastikan kesiapan TNI dalam mengamankan obvitnas di kawasan pertambangan dan pabrik hilirisasi mineral Harita Nickel agar dapat terus berkontribusi secara optimal bagi negara. Kodam Pattimura dalam upaya mengamankan obvitnas akan menempatkan 80 personel pasukan dan akan menjalankan tugasnya sesuai dengan aturan yang berlaku. Pengamanan Obvitnas akan dilakukan secara bersama-sama dengan Polri. “Ada yang mengatakan Harita merusak, saya turun langsung dan melihat. Harita selalu berupaya menjaga lingkungan dalam operasionalnya, semua dilakukan dengan semaksimal mungkin mengikuti aturan yang berlaku,” kata Mayjen Jeffry, saat meninjau barak sementara…

  • Kepulauan Obi
    Daerah

    Harita Group Dinilai Khianati Warga Kepulauan Obi, Sejumlah Aktivis Akan Datangi Kementerian ESDM

    Juru Bicara Partai Rakyat Adil Makmur (PRIMA) Syamsudin Saman mengecam keras sikap perusahan tambang nikel PT Harita Group yang keberatan atas program pembangunan jalan strategis nasional di Pulau Obi. Syamsudin Saman menilai PT Harita Group telah berkhianat kepada warga Obi, Maluku Utara, terkait penolakan perusahan membangun jalan lingkar pulau Obi. “Sikap itu bertentangan dengan Peraturan Presiden (Perpres) Republik Indonesia nomor 109 tahun 2020 tentang percepatan pembangunan jalan strategis nasional,” terang Syamsudin melalui keterangan tertulis yang diterima Elangnews.com, Kamis 8 April 2021. Syamsudin menjelaskan bahwa hasil rapat antara PT Harita Group dengan PUPR Maluku Utara, ada kesepakatan di poin kedua, Harita menilai wilayah pembangunan jalan lingkar tersebut masuk kawasan Industri. “Ini…

  • Kawasan Berikat
    Ekonomi

    Kawasan Berikat Jadi Fasilitas untuk Mendorong Pelaku Usaha untuk Bertahan Selama Pandemi

    Kondisi pandemi membuat para pelaku usaha merasa kesulitan. Maka dari itu, pemerintah mendorong agar para pelaku usaha kembali bangkit. Sepert halnya yang dilakukan oleh Bea Cukai. Bea Cukai memberikan fasilitas kawasan berikat. Dengan fasilitas ini, para pelaku usaha akan mendapatkan insentif fiskal yang dapat memacu produksi di tengah kondisi pandemi Covid-19. Menyadari segudang manfaat yang ditawarkan dari fasilitas Kawasan Berikat, banyak para pelaku usaha yang telah mengajukan permohonan fasilitas dan telah mendapatkannya. Salah satu perusahaan yang baru saja mendapatkan fasilitas Kawasan berikat adalah PT CDS Asia Electronics, produsen lampu tenaga surya asal Amerika Serikat. Direktur PT CDS Asia Electronics, Danny Sooferian yang mengikuti proses perizinan dari Amerika secara daring, mengapresiasi…

  • Daerah

    Sekdes Kawasi Dukung Warga Tolak PT. HARITA

    Warga masyarakat desa kawasi kecamatan obi kabupaten halmahera selatan (Hal-Sel) Provinsi Maluku Utara ( Malut), menolak keras kebijakan pihak perusahan PT.Harita  yang melakukan penggusuran rumah warga.  Tujuannya untuk memindahkan warga masyarakat desa Kawasi ke lokasi yang sudah di sediakn pihak perusahan.” katanya. Sejumlah warga masyarakat desa kawasi kecamatan obi mengatakan bahwa pada taggal 12 Januari 2021 pihak perusahan Meminta masyarakat untuk rapat bersama di kantor PT. Harita di desa kawasi, namun sebagian besar warga menolak.” ungkap warga  melalui telpon seluler via Washapp kepada media hari Kamis 14/01/2021, sekira pukul 07 :21 WIT. Lanjut, Warga menolak keras soal rumah kami di gusur serta di pindahkan ke tempat yang di sedikan perusahan…

  • Kawasan Berikat
    Ekonomi

    Kawasan Berikat Resmi Hadir di Maluku Utara

    Pemerintah Provinsi Maluku Utara (Malut) dan Kantor Wilayah Bea Cukai Maluku meresmikan hadirnya Kawasan Berikat di Malut, tepatnya di Kawasi, Halmahera Selatan. Peresmian kawasan berikat ini diperuntukkan kepada PT Megah Surya Pertiwi, PT Halmahera Persada Lygend dan PT Halmahera Jaya Feronikel. Ketiga perusahaan ini berada di bawah payung Harita Nickel yang beroperasi di Pulau Obi. Peresmian dilakukan di Kantor Bea Cukai Ternate pada selasa, (2/3). Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu Bambang Hermawan mengungkapkan, dengan adanya kawasan berikat, diharapkan pertumbuhan ekonomi Malut dapat lebih meningkat, khususnya dari sisi ekspor. “Kawasan Berikat Harita Nickel ini hadir di Malut dan semoga akan terus berlanjut ke kawasan berikat lainnya. Kehadiran…

  • Bencana Alam

    Gelombang Peraiaran Malut Mencapai 6 Meter

    Badan Meteorologi Kilimatologi dan Geofisika (BMKG) Ternate, Maluku Utara (Malut), mengimbau pengguna jasa laut dan nelayan di Malut mewaspadai tingginyagelombang laut di sejumlah perairan. Terutama di Halmahera bagian utara mencapai di atas 6 meter.  “Kami berharap pengguna jasa laut untuk berhati-hati dengan kondisi perairan di Malut, karena di sekitar perairan Halmahera Selatan, Halmahera Barat bagian utara saat ini gelombang tinggi mencapai 4-6 meter,” kata Prakirawan Cuaca BMKG Ternate, Fahmi Bachdar di Ternate, Jumat, 19 Februari 2021.  Selain gelombang tinggi di perairan Pulau Halmahera, kata Fahmi, gelombang tinggi juga terjadi di Perairan Loloba, Ternate-Batang Dua, Bacan, Obi, Morotai hingga Teluk Weda. Gelombang diperkirakan mencapai 2,5 meter hingga 4 meter. Bahkan, tingginya…

  • Bulan K3 Nasional
    Pertambangan

    Harita Nickel Peringati Bulan K3 Nasional di Masa Pandemi

    Perusahaan pertambangan dan hilirisasi Harita Nickel yang beroperasi di Pulau Obi, Halmahera Selatan tetap menggelar kegiatan peringatan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di saat pandemi Covid 19. Peringatan ini berlangsung sejak 12 Januari-12 Februari 2021 yang digagas oleh Kementerian Ketenagakerjaan RI guna membudayakan K3 pada setiap sektor usaha. Rabu (13/01/2021) Rangkaian Bulan K3 Nasional diawali dengan upacara pembukaan di perusahaan-perusahaan yang berada di bawah naungan Harita Nickel. Salah satu perusahaan hilirisasi nikel yakni Halmahera Persada Lygend (HPAL) dalam pembukaan Bulan K3 menggelar upacara pembukaan. Dalam laporan yang dibacakan oleh Tomy Bongga selaku Safety Engineer Supervisor, dijelaskan bahwa selama 2020, HPAL tidak mengalami Lost Time Injury (LTI). Dengan kata lain,…

  • Penyedia Bahan Baku Baterai
    Industri

    Peluang Penyedia Bahan Baku Baterai Mobil Listrik

    Prospek mobil listrik di Indonesia yang semakin menggeliat membuat industri bahan baku baterai mobil listrik juga tak kalah potensial. Pabrik penyedia bahan baku baterai untuk mobil listrik sebenarnya sudah ada di Indonesia, tetapi baru satu, Yaitu di Kawasi, Obi, Pulau Halmahera Selatan. Pabrik pembuatan bahan baku baterai mobil listrik ini merupakan besutan Harita Nickel. Peluang akan bahan baku dari mobil listrik ini begitu besar. Dengan melihat perkembangan teknologi mobil listrik yang makin canggih dan tren penggunaan mobil listrik di Indonesia, pembuatan baterai mobil listrik nantinya akan menjadi industri masa depan. Apa sajakah peluang di bidang penyediaan bahan baku mobil listrik? Berikut ulasannya. Penyedia Bahan Baku Baterai mobil listrik dikabarkan akan…

  • Ekonomi

    Pertumbuhan Ekonomi Maluku Utara Diperkirakan Meningkat 8,5-8,9 Persen di Tahun 2021

    Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Maluku Utara (Malut), Gatot Miftakhul Manan optimis tahun 2021 perekonomian di daerah itu akan pulih secara cepat dengan pertumbuhan ekonomi lebih tinggi. Hal itu sejalan dengan prospek ekonomi Indonesia 2021, pertumbuhan ekonomi Maluku Utara tahun 2021 diproyeksikan mengalami perbaikan. Pertumbuhan ekonomi Maluku Utara pada 2021 diperkirakan meningkat dalam kisaran 8,5-8,9%. Inflasi 2021 tetap terkendali sesuai sasaran 3 ± 1 %. Demikian disampaikan dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2020, Kamis (3/12/2020), melalui platform video conference. Untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi yang melambat akibat pandemi Covid-19, Bank Indonesia memperkirakan 5 (lima) area yang akan mendorong pemulihan ekonomi Maluku Utara. Pertama, kembali meningkatnya daya beli masyarakat…

  • Smelter Halmahera Lygend
    Hot News

    Proyek Smelter Halmahera Lygend Rp14,8 Triliun Segera Beroperasi

    Fasilitas smelter nikel dengan teknologi hidrometalurgi high pressure acid leach milik PT Halmahera Persada Lygend. Smelter Halmahera Lygend ini ditargetkan commissioning pada Desember 2020. Direktur Halmahera Persada Lygend Tonny Hasudungan Gultom mengatakan bahwa smelter tersebut nantinya akan memproduksi mixed hydroxide precipitate (MHP) sebanyak 365.000 ton dan turunannya nikel sulfat sebanyak 246.750 ton, serta 31.800 ton kobalt sulfat. Kapasitas inputnya mencapai 8,3 juta ton bijih nikel. “Saat ini kami memang sedang konstruksi. Kalau lancar, mudah-mudahan commissioningkami lakukan pada akhir tahun,” ujar Tonny dalam webinar, baru-baru ini. Konstruksi proyek ini telah dimulai sejak September 2018 dan nilai investasinya mencapai US$1,06 miliar atau setara Rp14,8 triliun. Proyek ini dimiliki oleh Harita Group dengan kepemilikan 63,1 persen dan Ningbo Lygend Mining…